
Ilaga – Kepala Suku Besar Kabupaten Puncak, Abelom Kogoya, mengimbau seluruh masyarakat, termasuk OPM (Organisasi Papua Merdeka), agar menghentikan segala bentuk tindakan yang dapat merugikan masyarakat serta mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Puncak.
Dalam keterangannya di Ilaga, Senin (27/7/2026), Abelom menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Ia meminta agar tidak ada lagi aksi yang mengancam keselamatan masyarakat maupun mengganggu fasilitas umum, khususnya aktivitas penerbangan yang menjadi penyokong kehidupan masyarakat di wilayah pegunungan.
Menurut Abelom, transportasi udara memiliki peran yang sangat vital bagi Kabupaten Puncak karena menjadi satu-satunya akses utama untuk distribusi kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat dari dan menuju wilayah Puncak.
“Apabila terdapat aksi gangguan terhadap aktivitas penerbangan sehingga mengakibatkan terhentinya pesawat yang masuk maupun keluar Kabupaten Puncak, maka dapat dipastikan bahwa hal itu akan berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Pasokan bahan pokok, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan lainnya hanya dapat didistribusikan melalui jalur penerbangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah harus dijaga bersama karena keberadaannya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat. Menurutnya, tindakan perusakan terhadap sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan maupun fasilitas publik lainnya hanya akan menyulitkan masyarakat Kabupaten Puncak sendiri.
“Fasilitas-fasilitas tersebut dibangun untuk melayani masyarakat. Jangan lagi ada pembakaran atau perusakan terhadap sekolah, puskesmas, maupun kantor pemerintah, karena yang akan merasakan dampaknya adalah masyarakat kita sendiri,” kata Abelom.
Abelom juga menyoroti berbagai aksi kekerasan yang selama ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia meminta kelompok yang berseberangan untuk menghentikan tindakan yang mengancam keselamatan warga sipil, terutama terhadap tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami meminta dengan tegas kepada kelompok yang berbeda pandangan agar tidak lagi melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat, terlebih kepada guru dan tenaga kesehatan yang datang dengan niat mengabdi serta membantu masyarakat Kabupaten Puncak. Mereka hadir untuk membangun daerah ini, bukan untuk menjadi korban kekerasan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abelom menilai pembangunan yang sedang berlangsung di Kabupaten Puncak merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung terciptanya situasi yang aman sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
“Kemajuan daerah hanya dapat terwujud apabila situasi keamanan tetap kondusif. Mari kita hentikan segala bentuk gangguan yang dapat menghambat pembangunan dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta saling menghormati,” ujarnya.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Abelom juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta mendukung terciptanya keamanan bersama. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci agar aktivitas sosial maupun ekonomi dapat berjalan dengan baik.
“Seluruh masyarakat Kabupaten Puncak harus memiliki prinsip yang sama bahwa Papua, khususnya Kabupaten Puncak, bukanlah wilayah konflik, melainkan tanah yang menjunjung tinggi kedamaian. Mari kita tunjukkan bahwa Kabupaten Puncak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita harus menjaga persatuan, menghormati nilai-nilai Pancasila, dan mewariskan kedamaian bagi generasi yang akan datang,” tutup Abelom Kogoya.(rd)
Tidak ada komentar