Kedepankan Pendekatan Humanis, Polsek Kelila dan Koramil Berhasil Buka Palang Jalan Trans Kelila–Bokondini

Ismaya Rosita
20 Okt 2026 07:25
Polsek 0 10
2 menit membaca

Mamberamo Tengah – Respons cepat dan sinergi TNI-Polri kembali ditunjukkan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan. Melalui pendekatan persuasif dan humanis, Polsek Kelila bersama Koramil 1702-04 Kelila berhasil menyelesaikan penanganan aksi pemalangan jalan Trans Kelila–Bokondini, tepatnya di sekitar mata jalan Desa Mabuna, Selasa (20/10/2026).

Penanganan dipimpin langsung Kapolsek Kelila IPDA Alfius E. Simbiak, S.H., bersama Pjs. Danramil Kelila Peltu Udin Jabib Gortomole, dengan melibatkan personel Polsek dan Koramil. Kehadiran aparat gabungan di lokasi merupakan bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat sekaligus upaya mencegah berkembangnya gangguan keamanan yang dapat menghambat aktivitas warga.

Setibanya di tempat kejadian perkara sekitar pukul 08.30 WIT, Kapolsek Kelila bersama personel segera melakukan pendekatan dialogis kepada kelompok yang melakukan pemalangan. Petugas memberikan pemahaman agar persoalan yang menjadi pemicu aksi dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, tanpa harus menutup akses jalan yang menjadi jalur penting bagi masyarakat.

Dalam proses penanganan, sempat terjadi adu mulut antara kelompok pemalang dengan sejumlah sopir angkutan serta masyarakat yang hendak menuju Wamena untuk berjualan. Meski demikian, aparat gabungan mampu mengendalikan situasi melalui komunikasi yang terukur dan imbauan secara humanis, sehingga ketegangan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Setelah melalui negosiasi yang berlangsung cukup alot, sekitar pukul 09.45 WIT, kelompok tersebut akhirnya bersedia membuka palang jalan. Akses Trans Kelila–Bokondini pun kembali dapat digunakan oleh masyarakat dan pengguna jalan lainnya. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kehadiran aparat yang mengedepankan dialog, mengendalikan situasi secara profesional, serta mengutamakan kepentingan umum.

Berdasarkan informasi yang diterima, aksi pemalangan tersebut dipicu persoalan dugaan pemukulan terhadap Wiye Waker yang disebut terjadi di Kobakma pada September 2025. Sebelumnya, yang bersangkutan telah meminta bantuan Polsek Kelila untuk memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut. Namun, upaya mempertemukan pihak-pihak terkait belum terlaksana karena pihak yang diundang tidak hadir.

Melalui kejadian ini, Polsek Kelila mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku. Polri bersama TNI akan terus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan, mencegah gangguan ketertiban umum, serta memastikan kepentingan masyarakat tetap terlindungi. Sinergi dan pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kelila dan sekitarnya.(RA).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *