Polres Mamberamo Tengah Kawal FGD RP3KP, Perkuat Sinergi Pembangunan Permukiman yang Terarah dan Berkelanjutan

Ismaya Rosita
11 Sep 2026 23:05
3 menit membaca

Mamberamo Tengah — Pembangunan daerah bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Semangat tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Akhir Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kabupaten Mamberamo Tengah Tahun 2026, yang turut dihadiri jajaran Polres Mamberamo Tengah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula BKPSDM Kantor Bupati Mamberamo Tengah, Desa Moga, Distrik Kobakma, Jumat (11/9/2026), menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk menyatukan pandangan sebelum dokumen RP3KP ditetapkan sebagai salah satu instrumen perencanaan pembangunan kawasan permukiman.

Hadir dalam forum tersebut Plh. Sekda Kabupaten Mamberamo Tengah Fedi Jitmau, S.E., M.Si., Kabag Ops Polres Mamberamo Tengah AKP Imran. P. Hutajulu, S.H., serta sejumlah pejabat dari perangkat daerah dan sekitar 40 peserta dari berbagai OPD.

Forum berlangsung secara dinamis melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab. Tim dari PT Cipta Dimensi Ruang memaparkan sejumlah aspek penting RP3KP, mulai dari kebijakan perumahan dan kawasan permukiman, profil wilayah, kondisi infrastruktur dasar, analisis kebutuhan, strategi pembangunan, hingga tahapan pelaksanaan program jangka panjang.

Dalam forum tersebut, Kabag Ops Polres Mamberamo Tengah AKP Imran .P. Hutajulu, S.H., turut memberikan perhatian terhadap aspek keamanan dan keberlanjutan infrastruktur dasar masyarakat, khususnya jaringan perpipaan air.

Ia mempertanyakan kesiapan mekanisme pemeliharaan sekaligus pengamanan jaringan air apabila pembangunan tersebut direalisasikan. Menurutnya, keberadaan fasilitas publik harus diiringi sistem pemeliharaan dan pengawasan yang baik agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Masukan tersebut mendapat respons dari pihak terkait dan akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Hal ini menunjukkan bahwa aspek pembangunan dan keamanan memiliki keterkaitan erat dalam menciptakan pelayanan publik yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain infrastruktur air, pembahasan juga menyentuh kebutuhan fasilitas tempat pembuangan sampah bagi masyarakat. Ketersediaan sarana dasar tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kawasan permukiman yang sehat, tertata, dan nyaman.

Bagi Polres Mamberamo Tengah, kehadiran dalam forum lintas sektor tersebut bukan sekadar menjalankan fungsi pengamanan kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah. Stabilitas keamanan dipandang sebagai salah satu fondasi penting agar setiap agenda pembangunan dapat berjalan secara aman, tertib, dan berkesinambungan.

Melalui keterlibatan aktif dalam forum strategis seperti RP3KP, Polres Mamberamo Tengah menunjukkan komitmennya untuk terus hadir dalam berbagai ruang kolaborasi pembangunan daerah. Polri tidak hanya hadir ketika persoalan muncul, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya pencegahan dan penguatan sistem sejak tahap perencanaan.

FGD Akhir RP3KP kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan OPD. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Sinergi yang terbangun dalam forum tersebut menjadi cerminan bahwa pembangunan Mamberamo Tengah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen. Pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan setiap program pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat dan mampu menopang masa depan Kabupaten Mamberamo Tengah.(RA).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *